Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020
Ditjen SDA Manfaatkan Waktu secara Efektif Untuk Kegiatan dan Penyerapan Keuangan
23 Apr 2015 

“Program Direktorat Jenderal Daya Air tahun 2015-2019 adalah pembangunan 65 waduk sebesar Rp. 76,52 triliun, tambahan 67,52 m3/detik air baku (intake, jaringan, embung) sebesar Rp. 24,22 triliun, pembangunan irigasi baru 1 juta ha sebesar Rp. 44,28 triliun dan rehabilitasi irigasi 3 juta ha sebesar Rp. 30,85 triliun. Ada pula pengendalian banjir seperti normalisasi sungai, kanal banjir, bangunan pengendali banjir dengan dana sebesar Rp. 57,7 triliun, pengamanan abrasi pantai sebesar Rp. 9,15 triliun dan pengendali lahar sebesar rp. 3,16 triliun. Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air dan penanggulangan bencana tersebut diharapkan dapat memenuhi ketersediaan air bagi masyarakat, meningkatkan dan mengembangkan potensi irigasi dan rawa serta meminimalisir dampak dari bencana alam,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, pada acara Konsultasi Regional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di Jakarta (220415).

Menurut Mudjiadi ada beberapa program strategis/unggulan di beberapa wilayah yang disesuaikan dengan isu strategis di wilayah tersebut, seperti wilayah Sumatera, isu strategisnya yaitu ketersediaan air cukup, potensi pengembangan irigasi dan rawa tinggi serta banjir meningkat. Untuk itu dilakukan pembangunan bendungan Keureuto, Rukoh, Lompatan Harimau dan Sei Goong; pembangunan DI seperti Lhok Guci, Jambo Aye Kanan, Rajui dan Rawa Sri dan pengendalian banjir diantaranya Batang Anai-Batang Kandis, Bengkalis dan Krueng Aceh. “Adapun dukungan terhadap wilayah pengembangan strategis di Sumatera salah satunya adalah Jambi-Palembang-Bangka Belitung dimana untuk kawasan Jambi yaitu pengendalian banjir Kota jambi dan kawasan Bangka Belitung yaitu pembangunan DI Selingsing,” kata Mudjiadi.

 

Isu strategis yang ada di pulau Bali Nusa Tenggara yaitu ketersediaan air kritis, pengembangan irigasi selektif dan banjir relatif rendah, Mudjiadi mengatakan beberapa program unggulan di wilayah tersebut diantaranya adalah pembangunan bendungan Tanju dan Mila (NTB), Telagawaja/Sidan (Bali) dan Raknamo (NTT), pengamanan pantai Purnama, Masceti, Nusa Penida dan Lembongan dan penyediaan air baku di Embung Salut Timur, Embung Banda, Embung Sukadana dan Yeh Kori 2, Air Baku Sengkang, Air Baku Latuppa. Untuk mendukung wilayah pengembangan strategis diantaranya adalah di kawasan Metropolitan SARBAGITA (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) dilakukan peningkatan Jaringan Irigasi DAS Tukad Ayung dan kawasan Wisata Senggigi-Mataram Kuta yaitu pembangunan perkuatan Tebing Sungai Sulin (Sub DAS Dodokan).

 

“Untuk Direktorat Jenderal SDA DIPA 2015 adalah Rp. 36,56 triliun dengan progres keuangan sekitar 1,03% dan progres fisik sekitar 2,94% dan realisasi progres rendah karena belum dapat melakukan transaksi sampai dengan 16 April 2015. Saya berharap agar seluruh satker/SNVT dan SKPD untuk segera memacu kegiatan dan penyerapan keuangan dengan memanfaatkan waktu efektif yang tersisa sehingga pembelanjaan uang negara yang kita lakukan dapat bermanfaat secara efektif dan efisien bagi masyarakat,” imbuh Direktur Jenderal Sumber Daya Air.




SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : informasibrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda