Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020
Presiden RI Joko Widodo Groundbreaking Bendungan Raknamo
22 Des 2014 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan bendungan Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kapasitas tampung air sebanyak 14,09 juta meter kubik, Sabtu (20/12).

Presiden mengatakan pemerintah menargetkan akan membangun 49 bendungan dalam lima tahun ke depan. Pembangunan waduk di NTT tersebut menjadi pembangunan pertama dari seluruh rencana pembangunan yang telah disiapkan.

"Pembangunan Raknamo ini yang pertama kita bangun dalam kurun waktu 5 tahun kedepan, semenjak 17 tahun NTT belum melakukan pembangunan waduk, dan selesai dalam kurun waktu 3 tahun" ungkap Jokowi.

Presiden berpesan kepada masyarakat untuk ikut serta menjaga, memilihara area disekitar bendungan, tidak melakukan penembangan pohon di area sekitar bendungan.

Bendungan Raknamo seluas 147 hektar dengan biaya 710 miliar diharapkan dapat menampung air dimusim hujan dan mengalirkan air di musim kemarau bagi warga NTT.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan pembangunan Bendungan Raknamo membutuhkan dana yang bersumber dari APBN sekitar Rp732 miliar dengan kontrak multiyears yang terdiri dari konstruksi sekitar Rp710 miliar lebih dan sisanya untuk supervisi/pengawasan.

Air dari bendungan ini, lanjut Basuki nantinya akan berfungsi sebagai pemasok air baku bagi warga kabupaten Kupang 100 liter per detik. Selain itu, untuk mendukung lahan irigasi sawah seluas 1.250 hektare, pengendalian banjir, pariwisata dan pembangunan pembangkit listrik tenaga makro hidro (PLTMH) sebesar 0,216 MW.
Kemudian, Basuki menjelaskan di tahun 2015 pemerintah akan membangun 13 lokasi bendungan dengan biaya 9 triliun. Lima lokasi yang sudah melakukan tender yaitu bendungan Kerto di Aceh, Karian di Banten, Logung di Jawa Tengah, Lolak di Sulawesi Utara dan Bendungan Raknamo.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menambahkan pembangunan bendungan yang sudah dimulai ini kita harapkan bisa menampung air selama musim penghujan, dan dapat menjadi sumber air baku bagi rumah tangga, serta menjadi sumber air untuk irigasi sawah.

"Kami harap dalam beberapa tahun ke depan, NTT sudah bisa memastikan ketersedian air bersih. Bendungan ini juga akan menjadi solusi untuk kebutuhan pangan, sumber tenaga listrik, dan pariwisata," ungkap Frans

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jokowi menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Gubernur NTat Frans Lebu Raya dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dalam bidang peternakan. Serta kerjasama dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam bidang perikanan. (An)

 

Pusat Komunikasi Publik




SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : informasibrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda