Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020Di Butuhkan Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI BBWS Brantas 2020
Kelestarian Air Tanggung Jawab Semua Pihak
02 Apr 2015 

“Hari ini adalah HAD ke 23. Masalah air menjadi masalah kita semua, tanpa air tidak ada kehidupan, tidak hanya di Jakarta saja. Hari ini dalam memperingati HAD kegiatan pertama yang dilakukan adalah Kampanye simpatik yang bertujuan agar masyarakat sadar akan pentingnya air. Selain itu juga di waktu yang sama diadakan penanaman pohon dan arung sungai di sungai Ciliwung dan pada siang hari juga diadakan penanaman pohon di polder Kali Pesanggrahan, Tanah Kusir,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi saat ditemui di acara peringatan HAD di bundaran HI, (22/3).

Acara ini dihadiri oleh para pejabat dan karyawan di lingkungan Kementerian PUPR dan juga bekerjasama dengan kementerian lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Pertanian, Kehutanan, Dalam Negeri dan para komunitas pecinta air dan pebberapa perguruan tinggi di Jakarta seperti Universitas Indonesia (UI) dan Bina Nusantara (Binus) Jakarta. Kampanye simpatik ini diisi dengan orasi yang mengajak seluruh lapisan masyarakat agar ikut serta dalam melestarikan air serta  membagikan brosur dan stiker. Selain itu, juga diisi pertunjukkan seni oleh komunitas Garuda Nusantara yang dipimpin oleh Ully Sigar Rusady.

Mudjiadi menambahkan tahun ini peringatan HAD berbeda dengan tahun lalu karena UU SDA No.7 sudah dibatalkan sehingga kedepan akan menyusun UU baru. Untuk itu kami meminta masukan dari seluruh lapisan masyarakat bagaimana kedepan kita mengelola air dengan baik yang sesuai dengan UUD 45 pasal 33 yang isinya bumi dan air dikuasai negara dengan kemakmuran sebesar-besarnya untuk masyarakat. Air merupakan kebutuhan vital untuk itu ketersediaan harus tetap ada, kita harus memelihara dan menggunakan air sebaik-baiknya.

Berkaitan dengan hal diatas, ada dua krisis pengelolaan air yaitu saat musim kemarau kekurangan air dan saat musim hujan terjadi banjir. Jumlah air di Indonesia merupakan urutan kelima di dunia, dan saat ini yang harus dilakukan adalah bagaimana upaya kita untuk mengelolanya sehingga sepanjang tahun air tersedia dan saat air melimpah tidak menimbulkan masalah.

Mudjiadi berharap pembangunan tidak hanya untuk sesaat tapi bisa digunakan di masa yang akan datang, seperti membangun di daerah tangkapan air, itu hanya membantu sesaat tapi kedepan menjadi masalah. Jadi, kedepan yang dilakukan adalah integrated water resource management, langkah-langkahnya dimulai dari penataan yaitu tata ruang seperti contoh daerah yang fungsinya untuk konservasi harus tetap sesuai fungsi awalnya seperti di puncak banyak bangunan yang dibongkar dan sungai harus dilestarikan bukan sebagai tempat pembuangan sampah dan juga kedepannya harus dilakukan gerakan hemat air.”  (dew/tine/nan-datinsda).




SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : informasibrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda