DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-73
MASYARAKAT DI HULU SUNGAI

Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Hulu Kali Brantas

Konsep pemberdayaan masyarakat sejauh ini diyakini sebagai cara yang paling efektif untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama melanjutkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan konsep ini, masyarakat diberikan pengertian, kesadaran dan pelatihan tentang pentingnya nilai-nilai keberdayaan mereka baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Karena itu, konsep pemberdayaan masyarakat oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dijadikan sebagai salah satu pilar diantara lima pilar yang ada sebagai pondasi arah kerja dan gerak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas sendiri.

Untuk memujudkan pilar bidang pemberdayaan dan peningkatan peran serta masyarakat para pemilik kepentingan di bidang SDA tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas telah membuat beragam program pemberdayaan masyarakat di daerah hulu sungai tepatnya di Kota Batu dan Kabupaten Malang. Program itu diharapkan mampu meningkatkan peran serta masyarakat di daerah hulu sungai untuk ikut serta melestarikan sumber daya air Sungai Brantas. Selain itu, program-program yang dibuat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar Hulu Sungai Brantas. Pasalnya Balai Besar Wilayah Sungai Brantas melihat, salah satu faktor penyebab adanya perusakan hutan di daerah Hulu Sungai Brantas akibat faktor ekonomi. Beberapa program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas di wilayah hulu sungai antara lain:

1. Pemberdayaan masyarakat di Sub DAS Konto Hulu Malang.

Pemberdayaan masyarakat di Sub DAS Konto Hulu Malang dilakukan di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Lokasi desanya berada di sekitar hutan, yaitu hutan milik Perhutani dan hutan raya. Jarak dari kota kecamatan sekitar 6 km dan dari Ibu Kota Kabupaten sekitar 34 km. Memiliki luas 1.500 hektar dan berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.154 meter dari permukaan laut. Rinciannya 154 hektar berupa lahan persawahan, 108 hektar lahan kering dan 125 hektar lahan hutan desa. Sedangkan sisanya milik Perhutani. Suhu rata-rata 20 derajat celcius dengan curah hujan relatif tinggi.

Mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Tawangsari adalah petani. Ada yang pemilik lahan ada juga yang hanya buruh tani. Kebanyakan, cara bertani masyarakat di sana kurang memperhatikan kaidah konservasi. Banyak lahan hutan yang dibuka untuk pertanian hortikultura. Akibatnya pada tahun 2004 terjadi banjir dan longsor di Kali Dawuan. Empat berikutnya tepatnya pada tahun 2010 terjadi kembali banjir di Kali Konto.

Selain bertani, masyarakat Desa Tawangsari juga memelihara sapi perah sebagai usaha sampingan. Hampir setiap keluarga memiliki 2 hingga 3 ekor sapi. Peternakan sapi itu telah memicu pencemaran air di Kali Konto dan Kali Dawuan akibat masyarakat membuang kotoran sapi ke sungai. Pasalnya mereka tidak mempunyai pilihan lain. Faktor sosial ekonomi membuat masyarakat Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang itu yang menjadi penyebab utama lemahnya kesadaran mereka untuk ikut melestarikan sumber mata air. Dengan gambaran kondisi seperti itu akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai Brantas melakukan upaya penanganan berupa:

  1. Penghijauan yakni melakukan penanaman bibit Pohon Durian sebanyak 500 pohon dan penanaman bibit Pohon Bambu di sisi kanan maupun kiri Kali Dawuan sebanyak 500 buah. Tujuannya untuk mencegah terjadinya erosi
  2. Pebaikan saluran drainase dilakukan pada saluran yang kondisinya rusak dan aliran airnya kurang baik sepanjang 60 meter
  3. Pembuatan biogas sebanyak 2 unit agar limbah kotoran sapi yang dibuang ke sungai telah menjadi gas bio yang tidak membahayakan kualitas airnya
  4. Perbaikan sarana air baku berupa 1 (satu) bak penampung dan pembagi serta pemasangan pipa PVC sepanjang 260 meter.

Semua kegiatan tersebut dilakukan secara stimulan. Harapannya nanti pada akhirnya dapat dilakukan lagi dalam skala yang lebih besar. Sehingga kondisi konservasi sumber daya air di Desa Tawangsari dapat terpelihara dengan baik.

2. Pemberdayaan masyarakat Sub DAS Brantas Hulu

Pemberdayaan masyarakat sub daerah aliran sungau Brantas dilakukan di Desa Sumber Brantas dan Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. sebab di dua desa tersebut sumber mayoritas air Kali Brantas Berada.

 


SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : sisdabrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda