DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-73
OP SUNGAI / RIM

Sungai merupakan sumber air serta jaringan pengaliran air yang berawal dari mata air sampai pada muara, yang dibatasi kanan dan kiri sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan. Berbagai usaha perlindungan pengembangan dan pengendalian sungai dan bangunan infrastruktur lainnya telah banyak dilakukan, namun usaha pemeliharaannya masih perlu ditingkatkan dengan dasar pengertian yang terkandung didalam perundangan yang berlaku. Keadaan lain yang sering terjadi adalah semakin menurunnya kapasitas dan fungsi sungai itu sendiri, sehingga perubahan – perubahan karakter sungai dan bangunan infrastrukturnya semakin tampak dengan jelas.

Pada bagian hilir sungai seiring dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, maka secara tidak langsung kebutuhan tempat tinggal dan tempat usaha pada pusat perekonomian juga semakin meningkat, sehingga kebutuhan lahan/ tempat untuk kegiatan tersebut semakin tidak terkendali terutama pada daerah pengaliran sungai dan akibatnya penyempitan dimensi sungai itupun terjadi.

Sedangkan pada bagian hulu yang merupakan daerah tangkapan air terjadi pula perubahan tata lahan dengan semakin meningkatnya kebutuhan ekonomi, yang pada awalnya merupakan lahan hijau menjadi lahan pertanian, sehingga air hujan sebagian besar menjadi aliran permukaan dan akibatnya, erosi terjadi dengan membawa material sebagai bahan endapan pada ruas sungai.

Maksud dan tujuan

Kegiatan pemeliharaan sungai dan bangunan infrastruktur lainnya adalah merupakan kegiatan yang dilakukan Satker BBWS, untuk mendukung kegiatan tersebut perlu mendapatkan data secara rinci agar dapat melakukan penanganan secara terprogram, baik pemeliharaan secara rutin, berkala, rehabilitasi maupun rektifikasi.

Adapun tujuan kegiatan ini dilakukan agar dapat mempertahankan kapasitas dan fungsi sungai, mengingat sungai merupakan salah satu bagian yang amat penting bagi kehidupan masyarakat, sehingga perlu melakukan pengamanan sungai terhadap ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan diluar sistem sungai yang berasal dari kekuatan alam dan perilaku manusia, sedangkan ancaman bahaya yang berasal dari sistem sungai itu sendiri misalnya pendangkalan, erosi tebing dan penambangan pasir liar pada sungai yang berlebihan.

Tata guna lahan dan pemeliharaan

Tata guna lahan pada DAS Kali Brantas peruntukannya terdiri dari beberapa jenis kegiatan, dan beberapa aspek kepentingan ekonomi , sosial dan lingkungan, sehingga didalam pengaturan dan pemeliharaan perlu adanya koordinasi antara istansi terkait.

Pemeliharaan prasaran pengairan pada Kali Brantas merupakan kegiatan pemeliharaan terhadap Sumber daya buatan yang berada disepanjang jaringan pengaliran, berawal dari anak-anak sungai kali Brantas sampai masuk ke sungai Kali Brantas dengan melakukan upaya pelaksanaan penanggulangan, pengendalian dan pengamanan terhadap sungai dan prasarana pengairan yang ada antara lain :

  • Melakukan pengamanan, pengendalian dan penanggulangan terhadap kondisi ruas sungai dan bangunan infrastrukturnya agar kapasitas dan fungsi sungai terjaga, melakukan pengendalian terhadap penebangan hutan dan tanaman pelindung pada daerah tangkapan air, dengan melakukan koordinasi instansi terkait, serta mengadakan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, tentang dampak buruk terhadap kerusakan lingkungan sekitar sungai dan pembuangan sampah pada daerah tangkapan air.
  • Menjaga jaringan pengaliran sungai melakukan pengamanan, pengendalian dan penanggulangan terhadap kondisi ruas sungai dan bangunan infrastruktur lainnya, agar kapasitas dan fungsi sungai tetap lestari sebagai fungsi sosial, ekonomi dan lingkungan.

Kegiatan-kegiatannya meliputi antara lain:

Persiapan

Persiapan merupakan serangkaian kegiatan awal dari segala bentuk kegiatan pelaksanaan pekerjaan utama dan pekerjaan pendukung, baik teknis maupun non teknis agar tujuan kegiatan yang akan dilakukan dapat tercapai sesuai dengan harapan, adapun persiapannya sendiri terdiri dari, penyusunan rencana kerja, pengadaan peta Topografi, pengumpulan data dan validasi, serta persiapan peralatan survai dan alat bantu lainnya. Inventarisasi Bangunan Infrastruktur Sungai Inventarisasi bangunan infrastruktur untuk pemeliharaan bangunan mengacu pada desain As-built drawing pembangunan awal. Inventarisasi Pintu - pintu penguras Lumpur pada embung - embung, normalisasi sediment pada embung – embung, pasangan pada tubuh embung – embung – bangunan Jembatan dan lain – lainnya.

Aset Managemen

Balai Besar Wilayah Sungai Brantas adalah merupakan Unit Pelaksana Pengairan Propinsi Jawa Timur, untuk wilayah sungai Brantas, dengan tugas pokoknya adalah melaksanakan sebagian tugas dari Dinas PU Pengairan Propinsi Jawa Timur.

Sumberdaya manusia dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang mendukung kegiatan Inspeksi Sungai berasal dari PPK Operasi dan Pemeliharaan BBWS Brantas

? Peralatan kantor dan lapangan untuk menunjang kegiatan Survai Sungai th 2009 terdiri dari :

  • Peralatan Komputer
  • Alat – alat survei seperti kamera, GPS, dan Kendaraan Roda 4
  • Wilayah kerja

    BBWS Brantas meliputi 14 (empat belas)

wilayah administrasi Kota dan Kabupaten, antara lain yaitu : - Kota Malang - Kabupaten Malang - Kota Blitar - Kabupaten Blitar - Kabupaten Tulungagung - Kabupaten Trenggalek - Kota Kediri - Kabupaten Kediri - Kabupaten Nganjuk - Kabupaten Jombang - Kota Mojokerto - Kabupaten Mojokerto - Kabupaten Sidoarjo - Kota Surabaya

? Letak Geografis

Kerja WS Kali Brantas yang merupakan WS terbesar kedua di Pulau Jawa setelah WS Bengawan Solo, terletak di Propinsi Jawa Timur pada 110° 30’ BT sampai 112° 55’ BT dan 7° 01’ LS sampai 8° 15’ LS. Sungai Kali Brantas mempunyai panjang ± 320 km dan memiliki daerah tangkapan hujan seluas ± 14.348 km² yang mencakup ± 25% luas Propinsi Jawa Timur atau 9% luas Pulau Jawa.

WS Kali Brantas dibatasi oleh daerah pegunungan yang terdiri dari Pegunungan Tengger meliputi Gunung Bromo (± 2.392 m dpl) dan Gunung Semeru (± 3.676 m dpl) di sebelah timur, barisan Perbukitan Kidul (± 300 – 500 m dpl) di sebelah selatan, Gunung Wilis (± 2.169 m dpl) di sebelah barat dan Perbukitan Kedung serta Selat Madura di sebelah utara. Sedangkan di bagian tengah WS Kali Brantas terdapat pegunungan Arjuno yang terdiri atas Gunung Arjuno (± 3.339 m dpl), Gunung Butak (± 2.868 m dpl), Gunung Kelud (± 1.731 m dpl) dan Gunung Kawi (2.639 m dpl).

? Batas Wilayah Kerja dan letak geografis pada bagian sebelah : - Utara : Balai Wilayah Sungai Bengawan Solo - Selatan : Samudera Indonesia - Barat : Balai Wilayah Sungai Bengawan Solo - Timur : Selat Madura ? Masalah kerusakan Bangunan Sungai Secara umum kerusakan bangunan sungai di DAS Brantas disebabkan oleh kegiatan manusia dan kegiatan alam, sehingga dapat merubah karakter sungai dengan dampak buruk lainnya, seperti pendangkalan pada ruas sungai, yang mengakibatkan menurutnya kapasitas sungai sehingga sungai tidak dapat menampung debit air yang ada.


SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : sisdabrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda