Running text
Rapat Komisi III TKPSDA WS Brantas 10-11 September 2019, Tulungagung
10 Sep  11:28

Saat ini permasalahan yang dihadapi adalah degradasi Sungai Brantas akibat eksplorasi penambangan pasir secara masif. Dalam hal ini yang menjadi sorotan adalah Kabupaten Tulungagung karena dampak jangka panjang yang diakibatkan akan sangat merugikan masyarakat Kabupaten Tulungagung sendiri.

Dalam Rapat Komisi III TKPSDA WS Brantas mengundang Narasumber terkait isu permasalahan penambangan pasir liar di sepanjang Sungai Brantas Kabupaten Brantas yang disampaikan oleh Satpol PP Prov. Jatim Budi Santoso dan Polres Tulungagung.

Akibat eksplorasi besar besaran penambangan pasir liar di sepanjang Sungai Brantas yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan ekosistem lingkungan khususnya Sungai di Wilayah Sungai Brantas.

Upaya yang sudah dilakukan Satpol PP adalah memberikan sosialisasi kepada tokoh masyarakat khususnya di Kab. Tulungagung yang tinggal di sepanjang tepian Sungai Brantas.

Selanjutnya dilakukan peninjauan lokasi di 5 titik berbeda secara bersama sama  seluruh anggota Komisi III TKPSDA WS Brantas bersama personel Satpol PP dan stakeholder terkait lainnya.

1. Ds.  Tapan kec. Kedungwaru

2. Ds. Pinggirsari  kec. Ngantru

3. Ds. Pakel Kec. Ngantru

4. Ds.  Srikaton Kec.  Ngantru

(sisdabrantas)




SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : sisdabrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda