DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-73
Wirakarya Nasional OP SDA 2018
02 Mei  10:08
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 10 perguruan tinggi menandatanganani Nota Kesepahaman (MoU) Gerakan Cinta Operasi dan Pemeliharaan (CinOP) sumber daya air (SDA) di Kampus ITS Surabaya, Rabu (2/5/2018). Hal ini merupakan upaya meningkatkan keterlibatan kalangan perguruan tinggi dalam pengelolaan SDA secara terpadu.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Agung Djuhartono dengan masing-masing perwakilan perguruan tinggi. 10 perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Syah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, Sekolah Tinggi Sapta Taruna, Umiversitas Brawijaya, Universitas Mulawarman, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Khairun, Politeknik Negeri Ambon, dan Universitas Musamus Merauke.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian PUPR Lolly Martina Martief mengatakan operasi dan pemeliharaan (OP) SDA harus ditangani secara bersama dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat, akademisi dan komunitas.


"Diharapkan kerjasama dengan perguruan tinggi ini, maka para akademisi dapat berbagi pengetahuan untuk melahirkan inovasi-inovasi dalam OP SDA," ujar Lolly saat membuka Wirakarya Nasional OP SDA 2018 dengan tema "Selaras dan Sinergi dalam Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air".

“Peran perguruan tinggi sangat-sangat penting, sebab untuk bisa melakukan OP SDA dengan baik memang dibutuhkan teknologi-teknologi baru yang tepat guna. Peran kampus juga memberikan tambahan ilmu bagi petugas-petugas OP SDA khususnya yang bertugas di irigasi,” terangnya.
Menurut Kepala Sub Direktorat OP Irigasi dan Rawa, Direktorat Bina OP Dirjen Sumber Daya Air, KemenPUPR, Arief Rachman mengatakan Wirakarya Nasional OP SDA, bertujuan untuk menggugah kepedulian semua pihak.
“Baik itu pemangku kebijakan, masyarakat untuk menjaga sumber daya air. banyak pihak yang hanya membangunsumber daya air tanpa melakukan perawatan lebih lanjut. Sehinggasumber daya air yang ada menjadi rusak,” ujarnya.
Sampai saat ini luar irigasi di Indonesia mencapai 7,2 juta hektar, yang menjadi tanggung jawab pemerintah hanya 2,3 juta hektar. Sisanya adalah tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten. “Karena itu kami undang semua pemangku kepentingan di Grha ITS ini agar semuanya lebih peduli,” kata Arief selaku Ketua Panitia Wirakarya Nasional yang di gelar di Graha ITS Surabaya.
Sedangkan Jatim bakal melakukan pengayaan sumber daya air dengan membangun lima waduk di Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Nganjuk dan Bojonegoro sebagai target menjadi lumbung padi nasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan naik hingga 13 juta ton pertahun kendati sebelumnya sudah mencapai 8 juta ton saat ini.
Asisten II Bidang Perekonomian Pemprov Jatim, Fattah Yasin mengatakan, kendati Jatim merupakan area hilir sungai, pihaknya optimis Jatim mampu mengelola sumber daya air secara maksimal. “Angka tersebut mampu mendorong produksi tanaman pangan di Jatim menjadi provinsi penghasil terbesar di Pulau Jawa. Pengelolaan sumber daya air di Jatim saat ini masih bagus, apalagi program pembangunan infrastruktur strategis pengairan di Jatim ini termasuk rencana startegis pembangunan tersebut,” pungkasnya

Dalam acara tersebut, juga digelar Eksibisi Inovasi Teknologi Tepat Guna Operasi dan Pemeliharaan SDA baik dari Kementerian PUPR, akademisi dan komunitas peduli sungai. Salah satu inovasi yang ditampilkan adalah Inovasi Teknologi Resapan Air Pengendali Erosi dan Sedimentasi  (Rapes) oleh Agus Suyanto dari BBWS Brantas

Sementara itu, Anang Maghfur dari perwakilan Komunitas Ekolink Bandung menghadirkan Inovasi Teknologi Pengolahan Air Limbah dengan Penerapan Rekayasa Teknologi Tepat Guna. Dengan dibantu BBWS Citarum Kementerian PUPR, ia membuat teknik pengolahan air limbah dengan memanfaatkan bakteri pengurai autotrof dan heterotrof yang dapat dihasilkan botol plastik dan limbah sikat gigi sebagai sarana pembersih



SISDA BBWS BRANTAS

Jl. Raya Menganti No.312
Wiyung - Surabaya
Jawatimur - Indonesia

Telp/Fax: 031-7521547
7521645/031-7523488
E-Mail : sisdabrantas@gmail.com
sekretariatbbwsbrantas@gmail.com

Kementerian Pekerjaan Umum Kementerian Pertanian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dewan Sumber Daya Air Nasional Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pusat Statistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional Badan Nasional Penanggulangan Bencana Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar Kemiteraan Air Indonesia

belum ada data bukutamu

Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. © Unit Sisda